Sunday, 8 April 2012

Makna dan Tradisi Paskah


Makna Paskah Yahudi dan Kristen



Paskah bermula dari perayaan Passover atau Pesach, yang berarti berlalu atau melewati (Keluaran 12 : 1-11 dan 27). Ketika itu, semua anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi keluarga-keluarga Israel diluputkan. Mereka diselamatkan, karena ada tanda darah anak domba yang diolesi di ambang pintu rumah, sehingga malaikat maut “melewatinya”. Bagi orang Yahudi, peristiwa tersebut menjadi “tradisi” dalam keluarga mereka. Ada acara (semacam liturgi) pembagian roti tidak beragi, daging anak domba dan sayur pahit dalam upacara paskah. Perjamuan Paskah seperti itulah yang dirayakan Tuhan Yesus bersama para murid, pada Kamis terakhir sebelum kematianNya (Lukas 22 : 7-30). Seperti inilah Perjamuan Paskah versi Yahudi.

Walaupun ada perbedaan antara Paskah Yahudi dan Kristen, tetapi jika diperhatikan “jiwa” perayaan Paskah-nya memiliki kesamaan. Karena hakekat Paskah dirayakan sebagai hari Pembangkitan dari kematian. Israel memperingati peristiwa pembebasannya dari Mesir yang merupakan lambang penindasan dan penyebrangan Laut Merah yang melambangkan kematian.
Bagi orang Kristen, Paskah merupakan peristiwa Kebangkitan Yesus dari kematian. Ini merupakan pengajaran penting dalam Kekristenan, sampai Rasul Paulus menulis, “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosa.” (1 Korintus 15 :  17)

Tradisi Paskah


Hari Paskah  dikenal sebagai Easter Day. Belum ada yang tahu pasti dimana istilah “Easter”. Tapi pada abad permulaan di Inggris, orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman : Dewi Austro) sebagai dewi musim semi atau dewi kesuburan dan perpanjangan hidup (mirip Dewi Sri di Indonesia). Kemungkinan kata “Easter”  (dalam bahasa Inggris) dan “Ostern” dalam bahasa Jerman diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro.

Kebetulan hari Paskah selalu jatuh di sekitar hari-hari perayaan Dewi Eostre. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Eostre itu dan memberi isi baru. Maskot dalam perayaan itu adalah kelinci dan telur. Kelinci sebagai lambang kesuburan (karena cepat berkembang biak), sedangkan telur, sebagai lambang cikal bakal kehidupan. Telur yang dicat warna-warni  menandakan sinar matahari di awal musim semi.

Bagi orang di belahan bumi bagian utara, musim semi merupakan tanda kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Kehidupan dimulai lagi. Demikianlah orang-orang Kristen sejak zaman itu memberi arti pada kelinci dan telur sebagai kehidupan yang baru dan berlimpah dalam Kristus. 

Happy Easter everyone. May you always be blessed with God's warm love and trust in his living grace. Jesus LOVES You :)


No comments:

Post a Comment